Asumsi Makro Ekonomi Tahun 2019, Pertumbuhan Ekonomi 5,2

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di depan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terkait Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa,27 Maret 2018. Masih menurut Ecky, pencapaian pertumbuhan semester I (pertama) 2017 yang baru menyentuh 5,01 persen menjadi warning tidak tercapainya target pertumbuhan 5,2 persen yang ditetapkan untuk tahun 2017. Walaupun angka itu lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,17%-5,4%, hal itu mempertimbangkan berbagai risiko. Goal pertumbuhan ekonomi sebesar 5,four persen pada 2018 terlalu tinggi dan tidak realistis.
Menurut Eko pertumbuhan investasi di Indonesia jika dilihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tidak mengalami peningkatan atau perubahan yang signifikan. Presiden AS Donald Trump mendesak rencana untuk menghukum mitra dagang utamanya, termasuk Uni Eropa, Meksiko dan Kanada sebagai bagian dari kebijakan 'Amerika First' nya yang banyak ditakuti investor akan memukul pertumbuhan world.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengamini target pertumbuhan 5,2-5,6% cenderung realistis di tengah ketidakpastian ekonomi international. Menurut Kardaya, untuk dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2018 setidaknya belanja pemerintah sedikitnya mencapai Rp2.204 triliun. Berdasarkan sektor pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konstribusi rumah tangga sebesar 56,13%, namun pertumbuhannya hanya di degree 4,ninety five% atau melambat dibanding pada 2016 yang sebesar 5,01%.
Dengan angka sasaran pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,four-5,8 persen yang ditetapkan pemerintah, DPR RI meminta pemerintah mencermati kondisi terkini. Untuk tahun ini saja, kredit perbankan harus meningkat sebesar Rp370 triliun dibandingkan tahun lalu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen. Dari sisi permintaan agregat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai ditopang secara seimbang oleh keempat mesin pertumbuhan, yaitu konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja Pemerintah.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SOLO
Jakarta, CNBC Indonesia - Asumsi dasar pertumbuhan ekonomi tahun depan akan jauh lebih konservatif pasca Bank Indonesia menaikkan bunga acuannya sebesar 50 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) akhir bulan lalu. Namun, sejak anjloknya harga komoditas, pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami perlambatan hingga tumbuh di bawah 5% pada tahun 2015.
Jakarta, CNN Indonesia - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai target pertumbuhan ekonomi pemerintah tahun depan terlalu optimis, mengingat realisasi rata-rata pertumbuhan ekonomi sejak 2015 hingga kuartal I 2018 cuma 5 persen. Namun demikian, konsumsi swasta diprediksi akan sedikit meningkat dan pertumbuhan invetasi akan tetap tinggi seiring dengan membaiknya harga komoditas.
IMF dalam World Financial Outlook memproyeksikan ekonomi dunia akan tumbuh 3,6 persen dan rata-rata pertumbuhan di negara-negara berkembang 4,eight persen. Kualitas APBN 2019 diharapkan akan semakin baik, ditandai oleh keseimbangan primer yang menuju positif di kisaran -zero,three sampai dengan +0,05 persen dari PDB, lebih rendah dibandingkan APBN tahun 2018 yang tercatat sebesar -0,fifty nine persen dari PDB.
Ini beberapa faktor yang pengaruhi ekonomi Indonesia di 2018 dan kami perkirakan masih berlangsung sampai 2019,” ucapnya. Pertumbuhan dana pihak ketiga dan kredit perbankan 2018 masing-masing diperkirakan sebesar September 11 persen dan 10-12 persen. Dengan mempertimbangkan perkembangan ini, rata-rata nilai tukar Rupiah tahun 2019 diperkirakan berada dalam rentang Rp13.700,00-Rp14.000,00 per dolar Amerika Serikat.
Beberapa indikator ekonomi Indonesia yang terus membaik dan bauran kebijakan Pemerintah serta para stakeholders terkait turut memperkuat keyakinan Menkeu akan tercapainya goal pertumbuhan ekonomi tersebut. Mitigasi tersebut antara lain dengan menyiapkan kebijakan fiskal yang mendorong investasi dan daya saing serta ekspor dalam rangka mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas.
Pada tahun ini, pertumbuhan ekspor akan melambat, sementara impor masih terus meningkat seiring permintaan barang modal. Secara keseluruhan menurut Josua laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II diperkirakan meningkat dibandingkan kuartal I tahun ini. Ketersediaan dana menjadi penentu pencapaian pertumbuhan ekonomi. JAKARTA, - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan berada di kisaran 5,four persen hingga 5,8 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *