2 Hari Menguat, Waspadai Revenue Taking IHSG

JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diintai aksi ambil untung (revenue taking). Kendati demikian, Reza mengingatkan agar Investor tetap waspada terhadap kemungkinan posisi IHSG akan berbalik arah, karena aksi revenue taking saat IHSG berada di space overbought. Analis Binaartha Reza Priyambada menyampaikan indeks saham menguat tipis, namun quantity beli yang terjadi masih kurang kuat untuk mengangkat IHSG. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan investor asing yang melakukan aksi beli turut mendorong pergerakan IHSG.
IHSG pada perdagangan Kamis 6 Maret 2014 ditutup menguat zero,62% pada degree 4.687. Masih adanya aksi profit taking membuat laju IHSG tergerus. Batas ujung garis help up trend, harga 3275 tinggal 1-2 hari lagi. Binaartha Parama Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan mampu kembali menguat lantaran didukung oleh adanya peningkatan volume beli.
Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan positif kemarin, setelah mendatar dalam beberapa hari perdagangan sebelumnya, dan ditutup pada level tertinggi baru. Investor sebaiknya tetap berhati-hati karena ada potensi tekanan pada rupiah dan aksi profit taking setelah penguatan kemarin, ditambah pula tren net promote asing yang masih terus berlanjut.
VIVAnews - Setelah libur selama lima hari kerja, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali membuka perdagangan saham hari ini, Rabu 15 September 2010. eleven. IHSG pada akhir Maret 2011 berada pada degree 3683, sedangkan posisi IHSG kemarin Shut pada degree 3808, artinya telah naik sekitar a hundred twenty five points (+ three.four%). Tidak lama kemudian, pergerakan positif yang dibarengi dengan kenaikan volume beli mampu menguatkan posisi IHSG untuk dapat bergerak positif.
ETRADE RIFAN BERJANGKA
Hanya saja, lantaran IHSG sudah naik cukup tinggi selama beberapa hari terakhir, investor perlu mulai mewaspadai potensi terjadinya aksi ambil untung. Senior Analysis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menilai IHSG sudah masuk daerah oversold (jenuh jual) di indikator harian, namun rebound kelihatannya tertahan oleh aksi jual di resistance. Adapun pergerakan IHSG secara intraday terlihat sangat positif meskipun di 40 menit awal perdagangan IHSG sempat bergerak di bawah level pembukaannya.
KONFRONTASI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi menguat terbatas pada perdagangan hari ini. WE Online, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau seiring masih adanya aksi beli para investor, meski rupiah mengalami pelemahan. Sepekan terakhir IHSG berhasil menguat three,9% melanjutkan tren bullish pasar saham yang terbentuk sejak akhir Juni lalu menyusul disahkannya UU Tax Amnesty.
Lebih lanjut, Reza meramalkan sinyal positif masih akan berhembus pada perdagangan di hari pertama bulan agustus ini. Sementara Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, memperkirakan, IHSG berpeluang menguat terbatas di help four.737-four.seven-hundred dan resistance four.800 dan 4.850. Bahkan pelemahan yang terjadi pada pembukaan pasar saham Eropa juga tidak membuat laju IHSG melemah.
Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” tandasnya. Namun aksi jual investor asing serta rencana penerapan kebijakan tarif Pemerintah Amerika atas impor dari China yang dijadwalkan diumumkan hari ini memicu sentimen negatif di pasar. AKRA jangka pendek waspadai revenue taking di 7200-7400. Sehingga, Nafan memprediksi IHSG berpotensi menguat dengan rentang pergerakan 6.291-6.335.
Pada hari kamis IHSG ditutup menguat 39 point (+1.29%) dan berhasil ditutup diatas level resistance 3090 dan pada hari kamis tercatat pula asing melakukan internet sell sebesar 60 milliar pada pasar reguler sehingga kita perlu berhati- hati terhadap aksi profit taking yang mungkin terjadi, tercatat yang menjadi driver utama IHSG pada hari kamis antara lain ASII,UNVR, MYOR, JPFA dan INDF.
Pada perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi 0,37% ke 4.793,2. Saham layak koleksi hari ini menurut Reza adalah TBIG, ANTM, BBNI, ASII dan INKP. Aksi beli (terutama oleh investor asing) bisa menjadi modal bagi penguatan IHSG lebih lanjut. Pengamat pasar modal Akhmad Nurcahyadi memperkirakan, meski sempat menyentuh level 4.000 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih fluktuatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *